Pengurus Cabor Tak Diundang Pelantikan Pengurus KONI OKI,Agus Hasan Disinyalir Kacang Lupa Pada Kulitnya

OGAN KOMERING ILIR, oganpost.com -  ‘Kacang Lupa Pada Kulitnya’ mungkin istilah ini yang layak disebut saat Agus Hasan Mekki dilantik sebagai Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Ogan Komering ilir (OKI) periode 2025-2029. Pasalnya, dalam acara pelantikan yang digelar di Pendopo Kabupaten OKI tak satu pun Pengurus Cabang Olahraga (Cabor) diundang.

Keputusan Agus Hasan Mekki ini menimbulkan kekecewaan dari berbagai pihak, terutama pengurus Cabor yang sebelumnya memilihnya dalam Musyawarah Daerah (Musda). Sikap Ketua KONI OKI yang mengabaikan keberadaan pengurus Cabor dianggap sebagai tindakan yang tidak menghargai kontribusi mereka dalam proses pemilihannya.

Iwan, salah satu pemerhati olahraga di OKI, menilai keputusan Agus Hasan Mekki tidak mengundang Cabor dalam pelantikan sebagai bentuk ‘kacang lupa pada kulitnya’,

"Seharusnya Agus Hasan Mekki mengundang perwakilan setiap Cabor untuk hadir. Beliau terpilih sebagai Ketua KONI OKI berkat suara dari pengurus Cabor dalam Musda. Peran mereka sangat jelas dalam proses ini, jadi aneh jika dalam pelantikan mereka justru tidak diundang," ujar Iwan, Senin (24/3/2025).

Menurutnya, meskipun pengundangan pengurus Cabor dalam pelantikan adalah hak Ketua KONI OKI, secara etika dan kepatutan, hal ini seharusnya dilakukan. Selain itu, pengurus Cabor juga perlu mengetahui siapa saja yang masuk dalam kepengurusan baru agar dapat berkoordinasi secara langsung.

"Jumlah pengurus KONI OKI yang sebelumnya 90 orang kini bertambah menjadi 120 orang. Tidak masalah kalau jumlahnya lebih banyak, tapi yang terpenting adalah bagaimana kepengurusan baru ini bisa benar-benar meningkatkan prestasi olahraga di OKI," tambahnya.

Kekecewaan juga diungkapkan oleh Ketua Cabor Catur, dr. Dedi, yang memastikan bahwa tidak ada undangan resmi bagi pengurus Cabor untuk menghadiri pelantikan tersebut.

"Kami mengetahui jadwal pelantikan, tetapi karena tidak diundang, kami tidak hadir. Padahal, kami ingin mengetahui siapa saja yang direkrut oleh Agus Hasan Mekki dalam kepengurusan KONI OKI periode 2025-2030," ujar Dedi.

Menurutnya, Cabor adalah bagian dari KONI, sehingga sangat wajar jika pengurus Cabor diundang dalam acara pelantikan Ketua KONI OKI.

"Yang dilantik ini adalah Ketua kami, dan yang memilih beliau adalah kami, para pengurus Cabor. Kalau dalam sebuah keluarga, Pak Agus Hasan Mekki ini ibarat orang tua kami, tetapi anehnya, saat momen penting seperti ini kami tidak diundang. Kami tetap optimis di bawah kepemimpinannya, olahraga di OKI bisa lebih maju,"tegas Dedi.

Kekecewaan serupa juga disampaikan oleh Ketua Esko Bidang Kompetisi Askab PSSI OKI, Abdul Aziz, S.I.Kom. Ia mengaku sempat menghubungi Ketua Askab PSSI OKI, Asharul Hakim, untuk memastikan apakah ada undangan untuk pelantikan. Namun, jawaban yang didapat tetap sama, tidak ada undangan untuk pengurus Cabor dalam acara tersebut.

"Mungkin ada alasan tertentu mengapa pengurus Cabor tidak diundang, tetapi tetap saja ini mengecewakan. Pak Ucu (panggilan akrab Agus Hasan Mekki) harus ingat bahwa kami adalah bagian dari KONI, dan kami juga yang mendukungnya dalam Musda. Wajar jika kami merasa seharusnya diundang,"kata Aziz

Meski demikian, Aziz masih berharap kepemimpinan Agus Hasan Mekki mampu membawa olahraga OKI ke level yang lebih tinggi. Ia juga menyoroti kedekatan Agus Hasan Mekki dengan Bupati OKI yang merupakan keponakannya sebagai peluang untuk meningkatkan dukungan terhadap dunia olahraga di daerah ini.

"Kami percaya, dengan pengalaman politiknya sebagai mantan anggota DPRD OKI, Pak Ucu bisa membawa perubahan bagi KONI OKI. Namun, harapan kami yang lebih besar adalah agar beliau benar-benar menjadi seorang pemimpin yang mengayomi, bukan hanya sekadar pemimpin yang memegang jabatan tanpa melihat kepentingan orang-orang yang telah mendukungnya,"ungkap Aziz.

Keputusan untuk tidak mengundang pengurus Cabor dalam pelantikan menjadi tanda awal yang kurang baik dalam kepemimpinan Agus Hasan Mekki di KONI OKI. Sebagai ketua yang dipilih secara aklamasi, ia seharusnya mampu menunjukkan sikap inklusif dan menghargai semua pihak yang telah berkontribusi terhadap keberadaannya di posisi tersebut.

Dengan bertambahnya jumlah pengurus dari 90 menjadi 120 orang, pihaknya juga mulai mempertanyakan efektivitas kepengurusan baru ini. Apakah jumlah yang lebih besar ini akan membawa prestasi lebih baik bagi olahraga di OKI, atau justru hanya menjadi "bagi-bagi jabatan" tanpa dampak nyata bagi kemajuan olahraga daerah?

“Agus Hasan Mekki kini berada dalam sorotan Masyarakat dan para pelaku olahraga di OKI menunggu apakah kepemimpinannya akan benar-benar membawa perubahan positif atau justru mengecewakan para penggiat olahraga yang telah mendukungnya,”pungkas Aziz.(Red/Rio)

No comments

Powered by Blogger.